Monday, April 13, 2015

Pengantar 2



A.  Perbedaan antara psikoterapi dan konseling
     Corey (1988) mendefinisikan perbedaan konseling dan psikoterapi sebagai berikut :
    1. Konseling  
 1. peningkatan kesadaran dan kemungkinan memilih 
   2.  berjangka pendek 
   3.  difokuskan pada masalah 
 4. membantu individu untuk menyingkirkan hal-hal yang menghambat  
   5.  pertumbuhannya 
  6. individu dibantu untuk menemukan sumber-sumber pribadi agar bisa hidup lebih efektif
     2. Psikoterapi
    1.  Difokuskan pada proses-proses tak sadar
  2.Berurusan dengan pengubahan struktur kepribadian
   3.  Mengarah pada pemahaman diri yang intensif tentang dinamika-dinamika yang bertanggung jawab atas terjadinya krisis-krisis kehidupan ketimbang hanya berurusan dengan usaha mengatasi krisis kehidupan tertentu.

Prawitasari (2002) mengemukakan bahwa konseling adalah suatu pemecahan masalah yang disediakan oleh konselor sedangkan psikoterapi adalah lebih kepada proses koreksi pengalaman emosi.
Perbedaan konseling dan psikoterapi didefinisikan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson dan Rudolph (1983), sebagai berikut :
KONSELING
PSIKOTERAPI
1.   Klien
1.   Pasien
2.Gangguan yang kurang serius
2.  Gangguan yang serius
3. Masalah : Jabatan, Pendidikan, dsb
3. Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
4. Berhubungan dengan pencegahan
4. Berhubungan dengan penyembuhan
5.Lingkungan pendidikan dan non medis
5.   Lingkungan medis
6. Berhubungan dengan kesadaran
6.  Berhubungan dengan ketidaksadaran
7.  Metode pendidikan
7.  Metode penyembuhan

B.Pendekatan terhadap mental illnes
Menurut J.P. Chaplin pendekatan psikoterapi terhadap mental illness, yaitu:
1.  Biological
Menurut Dr. Joh Grey, Psikiater Amerika (1854) pendekatan ini lebih manusiawi. Pendapat yang berkembang waktu itu adalah penyakit mental disebabkan karena kurangnya insulin.
2.  Psychological
Meliputi seuatu peristiwa pencetus dan efeknya terhadap perfungsian yang buruk, sekuel pasca-traumatic, kesedihan yang tak terselesaikan, krisis perkembangan, gangguan pikiran dan respon emosional penuh stres yang ditimbulkan. Selain itu pendekatan ini juga meliputi pengaruh sosial, ketidak mampuan individu berinteraksi dengan lingkungan dan hambatan pertumbuhan sepanjang hidup individu.
3.  Sosilogical
Meiputi kesukaran pada sistem dukungan sosial, makna sosial atau budaya dari gejaka dan masalah keluarga.
4.  Philosophic
Kepercayaan terhadap marabat dan harga diri seseorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan keinginanya.

Referensi :
Chaplin, J. P. (2011). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Rajawali Pers.
Gunarsa, S. D. (2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia.
Maulany, R. F. (1994). Buku saku Psikometi bagian psikiatri UCLA. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Selasa, 09 April 2013 

http://boydiharten.blogspot.com/2013/04/perbedaan-antara-konseling-dan.html

Selasa, 24 Maret 2015