Wednesday, May 6, 2015

Bentuk Terapi

Menurut Wolberg membagi bentuk psikoterapi menjadi 3 tipe, yaitu :

1. Penyembuhan Supportive (supportive therapy)
Merupakan perawatan dalam psikoterapi yang mempunyai tujuan untuk memperkuat benteng pertahanan (harga diri atau kepribadian), memperluas mekanise pengarahan dan pengendalian emosi atau kepribadian, pengembalian pada penyesuaian diri yang seimbang. 

2. Penembuhan Redukatif (Reeducative Therapy)
Suatu metode penyembuhan yang mempunyai bertujuan untuk mengusahakan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran/tjuan hidup, dan untuk menghidupkan kembali potensi. 

3. Penyembuhan Rekonstruktif (Reconstruktive therapy)
Penyembuhan rekonstruktif mempunyai tujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan untuk perluasan pertumbuhan kepribadian dengan mengembangkan potensi.

Referensi :

Gunarsa, S. D. (2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia. 

Selasa, 24 Maret 2015
https://hestuningikrarini.wordpress.com/2015/03/24/artikel-3-penjelasan-dari-perbedaan-psikoterapi-dan-konseling-penjelasan-terhadap-mental-illness-biological-psycological-sociological-dan-philosophic-penjelasan-dari-bentuk-bentuk-terapi-suppo-2/

Monday, April 13, 2015

Pengantar 2



A.  Perbedaan antara psikoterapi dan konseling
     Corey (1988) mendefinisikan perbedaan konseling dan psikoterapi sebagai berikut :
    1. Konseling  
 1. peningkatan kesadaran dan kemungkinan memilih 
   2.  berjangka pendek 
   3.  difokuskan pada masalah 
 4. membantu individu untuk menyingkirkan hal-hal yang menghambat  
   5.  pertumbuhannya 
  6. individu dibantu untuk menemukan sumber-sumber pribadi agar bisa hidup lebih efektif
     2. Psikoterapi
    1.  Difokuskan pada proses-proses tak sadar
  2.Berurusan dengan pengubahan struktur kepribadian
   3.  Mengarah pada pemahaman diri yang intensif tentang dinamika-dinamika yang bertanggung jawab atas terjadinya krisis-krisis kehidupan ketimbang hanya berurusan dengan usaha mengatasi krisis kehidupan tertentu.

Prawitasari (2002) mengemukakan bahwa konseling adalah suatu pemecahan masalah yang disediakan oleh konselor sedangkan psikoterapi adalah lebih kepada proses koreksi pengalaman emosi.
Perbedaan konseling dan psikoterapi didefinisikan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson dan Rudolph (1983), sebagai berikut :
KONSELING
PSIKOTERAPI
1.   Klien
1.   Pasien
2.Gangguan yang kurang serius
2.  Gangguan yang serius
3. Masalah : Jabatan, Pendidikan, dsb
3. Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
4. Berhubungan dengan pencegahan
4. Berhubungan dengan penyembuhan
5.Lingkungan pendidikan dan non medis
5.   Lingkungan medis
6. Berhubungan dengan kesadaran
6.  Berhubungan dengan ketidaksadaran
7.  Metode pendidikan
7.  Metode penyembuhan

B.Pendekatan terhadap mental illnes
Menurut J.P. Chaplin pendekatan psikoterapi terhadap mental illness, yaitu:
1.  Biological
Menurut Dr. Joh Grey, Psikiater Amerika (1854) pendekatan ini lebih manusiawi. Pendapat yang berkembang waktu itu adalah penyakit mental disebabkan karena kurangnya insulin.
2.  Psychological
Meliputi seuatu peristiwa pencetus dan efeknya terhadap perfungsian yang buruk, sekuel pasca-traumatic, kesedihan yang tak terselesaikan, krisis perkembangan, gangguan pikiran dan respon emosional penuh stres yang ditimbulkan. Selain itu pendekatan ini juga meliputi pengaruh sosial, ketidak mampuan individu berinteraksi dengan lingkungan dan hambatan pertumbuhan sepanjang hidup individu.
3.  Sosilogical
Meiputi kesukaran pada sistem dukungan sosial, makna sosial atau budaya dari gejaka dan masalah keluarga.
4.  Philosophic
Kepercayaan terhadap marabat dan harga diri seseorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan keinginanya.

Referensi :
Chaplin, J. P. (2011). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Rajawali Pers.
Gunarsa, S. D. (2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia.
Maulany, R. F. (1994). Buku saku Psikometi bagian psikiatri UCLA. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Selasa, 09 April 2013 

http://boydiharten.blogspot.com/2013/04/perbedaan-antara-konseling-dan.html

Selasa, 24 Maret 2015

Friday, March 20, 2015

Pengantar


Psikoterapi
Psikoterapi lahir pada pada pertengahan dan akhir abad yang lalu, dilihat secara etimologis mempunyai arti yaitu, “psyche” yang artinya jelas, yaitu “mind” atau “jiwa” dan “therapy” dari Bahasa Yunani berarti “merawat” atau “mengasuh”.
Psikoterapi adalah perawatan dan penyembuhan terhadap gangguan dan penyakit jiwa dengan cara yang lebih psikologis daripada fisiologis maupun biologis.
Tujuan psikoterapi dapat dilihat dari beberapa pendekatan :
1.  Pendekatan Psikodinamik
Ivey, et al (1987) Membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi kepribdaian dilakuan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama. Maksudnya adalah menyadari masa lalu/kejadian yang sudah ia lalui untuk membangun kembali kepribadiannya. Masa lalu dijadikan sebagai pembelajaran agar mengubah kepribadiannya menjadi lebih baik.
2.  Pendekatan Psikoanalisis
Corey (1991) Membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.
3.  Pendekatan Rogerian (berpusat pada pribadi)
   1.Ivey, et al (1987) Untuk memberikan jalan terhadap potensi yang dimiliki seseorang menemukan sendiri arahnya secara wajar dan menemukan dirinya sendiri yang nyata atau ideal dan mengeksplorasi emosi yang majemuk serta memberi jalan bagi pertumbuhan dirinya yang unik. Maksudnya adalah psikoterapi bertujuan untuk memberi jalan kepada seseorang untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki dirinya dan mengekspresikan emosinya agar terungkap kemampuan dirinya yang unik, yang belum pernah diketahui.
   2. Corey (1991) Untuk memberikan suasana aman, bebas, agar klien mengeksplorasi diri dengan enak, sehingga ia bisa mengenali hal-hal yang mencegah pertumbuhannya dan bisa mengalami aspek-aspek pada dirinya yang sebelumnya ditolak atau terhambat. Maksudnya adalah psikoterapi dengan pendekatan ini untuk memberi rasa aman, nyaman agar seseorang dapat mengungkap atau mengembangkan kemampuan dirinya yang sebelumnya masih terpendam atau belum terlihat.
4.  Pendekatan Behavioristik
Ivey, et al (1987) Untuk menghilangkan kesalahan dalam belajar dan berperilaku dan untuk mengganti dengan pola-pola perilaku yang lebih bisa menyesuaikan. Maksudnya adalah psikoterapi dalam pendekatan ini yaitu dengan mengubah perilaku yang salah yang didapatkan dari proses belajar menjadi perilaku yang benar.
5.  Teknik Gestalt
Ivey, et al (1987) Agar seseorang lebih menyadari mengenai kehidupannya dan bertanggung jawab terhadap arah kehidupan seseorang. Pada teknik ini, psikoterapi bertujuan untuk mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik dengan cara bertanggung jawab secara keseluruhan mengenai kehidupannya.
Unsur psikoterapi
Menurut Masserman (1984) ada tujuh “parameter pengaruh” yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi, yaitu :
1.    Peran sosial (martabat) psikoterapis
2.    Hubungan (persekutuan terapeutik)
3.    Hak
4.    Retrospreksi
5.    Reedukasi
6.    Rehabilitasi
7.    Resosialisasi dan rekapitulasi
Daftar Pustaka
Gunarsa, S. D. (1996). “Konseling dan psikoterapi” cetakan ke 2. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.
Maulany, R.F. (1997). Bukuk Saku Psikiatri: Residen Bagian Psikiatri UCLA. Jakarta: Kedokteran EGC.
Riyanti, B.P.D. & Parbowo, H. (1998). Psikologi umum 2. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Jumat, 20 Maret 2015
Kamis, 19 Maret 2015
Minggu, 17 Maret 2015